Awalnya, bakwan merujuk pada olahan bola-bola daging yang digoreng dan menjadi bagian dari tradisi makanan masyarakat Tiongkok. Hidangan ini diperkenalkan ke Nusantara melalui para pedagang dan perantau Tionghoa yang datang dan menetap di wilayah seperti Batavia, seiring dengan gelombang migrasi yang membawa bahan pangan, teknik memasak, serta kebiasaan kuliner dari negeri asalnya.
Hal ini sejalan dengan pendapat dari publikasi berjudul "The Use of Pregelatinized Sweetcorn" (Zea mays Saccharata Sturt) in "The Production of Instant Corn Bakwan flour Mix" oleh Robert Pardomuan Panjaitan dkk, yang menyebutkan bahwa bakwan kini dikenal sebagai makanan gorengan berbahan dasar sayuran dan tepung terigu yang digemari oleh masyarakat luas serta mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari di Indonesia. Dari akar sejarah akulturasi Tionghoa hingga menjadi gorengan sejuta umat, bakwan kini mengalami lompatan kreatif di era digital dan sukses bertransformasi menjadi salah satu jajanan pasar viral yang paling diburu
Dalam proses perjumpaan budaya tersebut, bakwan kemudian mengalami penyesuaian dengan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat lokal Indonesia. Daging yang pada masa itu tergolong mahal dan tidak selalu mudah diperoleh digantikan dengan bahan-bahan yang lebih terjangkau, seperti kol, wortel, dan tauge, yang dicampur dengan adonan tepung lalu digoreng.
Perubahan ini semakin kuat terutama di kalangan masyarakat peranakan Tionghoa yang lebih terbuka terhadap budaya lokal, termasuk dalam pengolahan makanan rumah tangga. Seiring waktu, bakwan berkembang menjadi gorengan sayur yang sangat populer di Indonesia dan dikenal dengan berbagai sebutan daerah, seperti bala-bala di Jawa Barat atau ote-ote di wilayah lain.
- Udang kecil secukupnya.
- 7 sendok makan tepung terigu.
- 1 sendok makan tepung beras.
- Bawang putih, kunyit, dan kemiri.
- Ketumbar, lada, garam, dan kaldu ayam.
- Daun jeruk dan daun bawang (diiris/dipotong).
- Air secukupnya.
- Minyak goreng untuk menggoreng.
1. Pertama-tama, haluskan bawang putih, kunyit, dan kemiri.
2. Campurkan bumbu halus ke dalam wadah yang berisi tepung terigu dan tepung beras.
3. Masukkan lada, ketumbar, garam, dan kaldu ayam ke dalam campuran tepung.
4. Tambahkan air sedikit demi sedikit sambil diaduk-aduk hingga adonan tercampur rata.
5. Masukkan irisan daun bawang dan daun jeruk ke dalam adonan, lalu aduk kembali.
6. Masukkan udang kecil ke dalam adonan dan aduk hingga semua udang tercampur rata dengan tepung.
7. Siapkan minyak goreng yang sudah panas. Masukkan adonan bakwan satu per satu. Goreng sambil dibolak-balik agar matangnya merata.
8. Setelah bakwan kering dan berwarna kuning keemasan, angkat lalu tiriskan. Bakwan udang kriuk siap untuk dinikmati.
Mobirise.com