Jajan pasar telah lama menjadi bagian tak terpisahkan dari kuliner Nusantara. Meski kerap dianggap sebagai makanan tradisional asli Indonesia, sejumlah jenis jajan pasar ternyata memiliki pengaruh dari budaya lain. Dikutip dari Kompas.com, awal mula penyebaran jajan pasar tidak lepas dari peran pelabuhan sebagai pusat pertemuan masyarakat pada masa lalu. Aktivitas perdagangan dan interaksi antarkelompok budaya di pelabuhan membuat ragam kuliner saling memengaruhi. Salah satu contohnya adalah kue ku yang memiliki pengaruh kuat dari tradisi Tionghoa. “Banyak jajan pasar yang lahir dari akulturasi budaya, namun tetap diolah dengan cita rasa khas Nusantara,” tulis Kompas.com.
Keberadaan jajan pasar juga tidak lepas dari peran generasi terdahulu, terutama para ibu yang dengan telaten mempertahankan resep turun-temurun. Proses pembuatannya memerlukan kesabaran dan keterampilan khusus, sehingga menjadi bagian dari warisan kuliner yang dijaga secara hati-hati.
Di tengah perkembangan zaman, warisan ini tidak lantas meredup. Melalui langkah modernisasi jajanan pasar, kuliner tradisional ini kini bertransformasi menjadi jajanan pasar viral. Dengan menyesuaikan rasa, bentuk yang lebih estetik, hingga kemasan yang kekinian, kudapan legendaris ini berhasil naik kelas, memikat selera generasi modern, dan tetap lestari melintasi generasi sebagai hidden gem yang diburu netizen. (PustakaJC.co)
Jajanan pasar adalah bagian dari heritage kuliner Indonesia yang kaya akan nilai budaya, cita rasa, dan estetika lokal. Menurut penelitian oleh Astuningtyas (2017) dalam jurnal etnomatematika, jajanan pasar mencakup berbagai manisan tradisional yang awalnya hanya dijual di pasar tradisional, dan keberadaannya tetap populer karena harga terjangkau, rasa otentik, dan keberagaman tekstur serta bentuk.
Selain nilai budaya, studi oleh Enggriani et al. di "Tourism Research Journal" (Jabodetabek, 2023) yang dipublikasikan semanticscholar.org menegaskan bahwa jajanan pasar juga menjadi daya tarik wisata kuliner, mendukung pelestarian resep turun-temurun, serta meningkatkan pendapatan pedagang lokal karena inovasi menu dan perhatian terhadap kebersihan.
Penelitian lebih lanjut dari SEIKO : Journal of Management & Business (2024) menunjukkan bahwa generasi muda (Gen Z) tetap memilih jajanan pasar sebagai pilihan camilan utama berdasarkan kualitas rasa, bahan baku, dan tampila serta kesesuaian harga dengan anggaran mahasiswa.
Hal ini menggambarkan bahwa jajanan pasar tak hanya sekadar makanan ringan, tetapi juga sebuah industri kreatif dan budaya yang dinamis, di mana kualitas produk dan inovasi memainkan peran penting dalam menjaga relevansi di era modern. (Liputan6.com)
Drag and Drop Website Builder