Kue putu kemungkinan merupakan kudapan yang berasal dari India yakni kue puttu. Persebarannya dipengaruhi oleh para pedagang atau pendatang dari India. Sebab di India kue ini tercatat pada abad 15, sedangkan di Nusantara baru ada pada pada abad 18 dan tercatat pada tahun 1814.
Menurut sejarah, kue putu adalah kue tradisional dari Tiongkok yang sudah ada sejak ratusan tahun lalu pada masa Dinasti Ming. Sebelumnya, kue ini bernama Xian Roe Xiao Long yaitu kue tepung beras yang diisi pakai kacang hijau lembut yang dimasak dalam cetakan bambu. Kemudian mulai disebut Putu karena diambil dari teks sastra lama "Serat Centhini" yang ditulis tahun 1814 pada masa kerajaan Mataram.
Kue ini berasal dari adonan tepung beras berwarna hijau yang kemudian dimasukkan ke dalam bambu kecil dan juga tak lupa memasukkan gula merah di bagian tengah adonan. Setelah dimasukkan ke dalam bambu, kue putu dikukus di atas uap panas sehingga menimbulkan suara yang nyaring dan khas. Karena dalam naskah sastra lama, "Serat Centhini" yang ditulis pada tahun 1814 di masa kerajaan Mataram, muncullah nama puthu. Di naskah tersebut, disebutkan bahwa Ki Bayi Panurta yang meminta santrinya menyediakan hidangan pagi menyajikan makanan pendamping berupa serabi dan puthu. Begitu pula di naskah lainnya. Puthu identik dengan kudapan yang disajikan pagi hari dan saat ini juga dikenal sebagai salah satu jajanan pasar viral yang tetap diminati oleh berbagai kalangan masyarakat.
- Tepung beras.
- Gula merah (diiris halus untuk isian).
- Daun pandan (diblender dengan air lalu disaring).
- Pandan pasta dan pewarna makanan kuning tua.
- Garam.
- Kelapa parut (dikukus dan dicampur sedikit garam untuk taburan).
- Daun pisang (untuk membuat cetakan dan alas kukusan).
A. Menyiapkan Cetakan dan Tepung
1. Buat cetakan: Potong daun pisang selebar botol pewarna makanan, gulung, lalu klip/staples di kedua sisinya hingga rapi.
2. Kukus tepung: Siapkan wadah anti panas yang dialasi daun pisang, masukkan tepung beras, lalu kukus selama 15 menit.
B. Membuat Adonan Putu
1. Campurkan air perasan pandan dengan pandan pasta dan pewarna kuning tua.
2. Pindahkan tepung beras yang sudah dikukus ke wadah, masukkan garam, lalu tuangkan air pandan sedikit demi sedikit.
3. Uleni dengan tangan hingga warna adonan merata.
4. Saring adonan menggunakan saringan dengan lubang ukuran sedang sambil ditekan-tekan agar hasil akhirnya menjadi bubuk halus.
C. Proses Pengisian dan Pengukusan
1. Masukkan adonan tepung ke dalam cetakan daun pisang hingga setengah bagian.
2. Tambahkan sekitar setengah sendok teh gula merah iris.
3. Masukkan kembali adonan tepung hingga penuh dan ratakan. Penting: Jangan ditekan-tekan agar teksturnya tetap empuk.
4. Masukkan ke dalam panci kukusan yang sudah panas dan kukus selama 15 menit.
D. Penyajian
1. Angkat putu yang sudah matang, lepaskan dari cetakan daun pisangnya, dan sajikan di atas kelapa parut yang sudah diberi garam.
AI Website Creator