Kata “pastel” sendiri berasal dari bahasa Portugis dan Spanyol, yaitu Pastel yang berarti kue atau pai kecil dengan isian. Hidangan serupa sudah lama dikenal di berbagai negara Eropa, biasanya berupa adonan pastry yang diisi daging, sayuran, atau bahan manis.
Dari akar sejarah Eropa tersebut, hidangan ini diadopsi oleh masyarakat Nusantara dan kini sukses bermetamorfosis menjadi salah satu jajanan pasar viral yang paling digemari. Keberhasilan pastel mempertahankan eksistensinya hingga menjadi tren kuliner kekinian tidak lepas dari masuknya beberapa unsur inovasi baru.
Saat bangsa Eropa mulai menjelajahi dunia pada abad ke-16, mereka membawa berbagai teknik memasak dan resep makanan ke wilayah yang mereka datangi, termasuk Asia Tenggara. Salah satu pengaruh kuliner yang masuk ke Nusantara adalah makanan berkulit adonan dengan isi gurih yang kemudian berkembang menjadi pastel seperti yang dikenal saat ini.
1. Bahan Isian Sayur
- Minyak goreng secukupnya untuk menumis.
- 2 siung bawang merah, diiris tipis.
- 1 siung bawang putih, dicincang halus.
- 500 gram wortel, dipotong dadu kecil.
- 300 gram kentang, dipotong dadu kecil.
- Air secukupnya.
- Bumbu: ½ sdt kaldu bubuk, ½ sdt merica bubuk, ½ sdt garam, dan 1 sdt gula pasir.
- 1 batang daun bawang, dipotong-potong.
- Telur rebus (1 butir telur dibagi menjadi 6 bagian) sebagai pelengkap isian.
2. Bahan Kulit Pastel
- 500 gram tepung terigu protein sedang.
- ½ sdt garam.
- 100 gram margarin, dilelehkan/dicairkan.
- 200 ml air es (dimasukkan secara bertahap).
A. Membuat Isian Sayur
1. Tumis bawang merah dan bawang putih hingga harum dan matang agar tidak bau mentah.
2. Masukkan wortel, aduk rata, lalu tambahkan air secukupnya agar cepat matang.
3. Masukkan kaldu bubuk, merica, garam, dan gula pasir. Aduk hingga merata.
4. Tambahkan kentang, lalu masak hingga semua sayuran matang dan air menyusut.
5. Masukkan daun bawang, aduk sebentar, matikan api, dan sisihkan.
B. Membuat Adonan Kulit
1. Campurkan tepung terigu dan garam dalam wadah, aduk rata.
2. Tuangkan margarin cair secara bertahap sambil diaduk hingga teksturnya agak menggumpal.
3. Tips Penting: Masukkan air es sedikit demi sedikit sambil diuleni dengan tangan. Penggunaan air es berfungsi agar kerenyahan pastel tahan lama meski sudah dingin.
4. Uleni hingga tercampur rata saja (tidak perlu sampai kalis seperti adonan roti).
5. Bagi adonan menjadi 35 bagian.
C. Mencetak Pastel
1. Ambil satu bagian adonan, pipihkan menggunakan rolling pin sampai benar-benar tipis.
2. Letakkan adonan di atas cetakan pastel plastik, beri isian sayur (1-1,5 sendok) dan satu potong telur rebus.
3. Katupkan cetakan, tekan hingga rapat, dan sisihkan sisa pinggiran adonannya.
D. Proses Menggoreng
1. Panaskan minyak dalam jumlah banyak menggunakan api sedang cenderung besar.
2. Setelah minyak benar-benar panas, masukkan pastel satu per satu.
3. Goreng sambil sesekali dibalik agar matang merata hingga berwarna cokelat keemasan.
4. Angkat dan tiriskan. Pastel siap disajikan dengan cabai rawit atau saus sambal.
Drag & Drop Website Builder